oleh

3 Orang Tersangka Ilegal Drilling di Desa Pangkalan Bayat Akhirnya Dibekuk Polres Muba

-Kriminal-78 views

MUBA,LENSAINFORMASI.COM – Polres Musi Banyuasin menggelar konferensi pers pasca mengamankan 3 orang tersangka yang melakukan ilegal driling di lahan PT Bumi Persada Permai di Sako Besar desa Pangkalan Bayat, kecamatan Bayung Lencir pada 09 Agustus 2021 lalu. Acara tersebut digelar di halaman Mapolres Muba, Kamis (12/08/21).

Sebelumnya, pada bulan April tahun 2021 pihak Polres Muba telah melakukan penutupan terhadap sumur bor ilegal drilling sebanyak 575 sumur di PT Bumi Persada Permai. Namun, pada bulan Agustus 2021 Polres Muba mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sumur minyak ilegal yang telah ditutup tersebut di buka kembali oleh masyarakat. Sehingga, membuat kegiatan operasional di PT Bumi Persada Permai menjadi terganggu.

Ke tiga tersangka tersebut diantaranya, Darmizon (51) warga desa Telang, Jhon Heri (46) warga desa Telang, kecamatan Bayung Lencir, dan Rendi Saputra (22) warga desa Tanah Abang, kecamatan Batang Hari Leko.

“Mendapatkan informasi kita bekerjasama dengan Polsek Bayung Lencir dan langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka yang pada saat itu sedang melakukan aktivitas ilegal drilling di areal lokasi PT Bumi Persada Permai,” ungkap Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSi yang didampingi Wakapolres Muba Kompol Irwan Akdeta, Kasat Reskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin, Humas Polres Muba IPTU Indra Jaya, dan Kanit Pidsus Polres Muba IPDA Hendri Prayudha SH MSi.

“Barang bukti yang kita amankan, 15 liter minyak mentah sebagai sample, 3 unit sepeda motor Honda Revo, 1 unit mesin pompa air, 3 tameng, dan 3 canting yang dipakai untuk pengeboran,” tambahnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu pelaku atau bos dari ketiga tersangka.

“Kita akan terus melakukan pengembangan pada kasus ini. Para tersangka ini kita jerat dengan Pasal 52 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka ke-7 UU RI Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Kerja dengan ancaman 6 tahun penjara,” pungkasnya.

  •  
  •  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed